Gereja Stasi St. Yohanes Chrisostomus Pojok
Pojok V, Sendangagung, Minggir, Sleman, Yogyakarta
Gereja St. Yohanes Chrisostomus Pojok diresmikannya tanggal 30 September 1986 dan telah disebut Gereja “Stasi”. Rm. F. Strater, SJ (1919-1942) sebagai Romo pendahulu Paroki St. Petrus dan Paulus Klepu yang saat itu masih disebut Klepu Ngijon, membentuk tempat-tempat perhentian atau tempat visitasinya dalam mengajar agama dengan sebutan “stasi”. Istilah stasi ini dikenalkan kepada umat, selain ingin menunjuk pada suatu tempat perhentian tetapi juga sekaligus stasi merupakan berkumpulnya kelompok orang di wilayah tertentu atau lebih dikenal dengan istilah “kukuban”. Rm. H. Taks, SJ (1964-1975) yang bertugas di Paroki Klepu sejak Nopember 1964 berupaya melakukan berbagai perubahan. Salah satunya adalah melakukan penataan terhadap keberadaan stasi-stasi. Wilayah Sendangagung pada tahun 1972 mempunyai beberapa stasi sebagai tempat “wulangan agama“antara lain: Stasi Pojok, Stasi Jomboran, Stasi Saidan, Stasi Sragan, Stasi Badran, dan Stasi Kisik. Stasi-stasi ini ditata kembali dan istilah “stasi” akhirnya diganti menjadi “Kring” dan para pamong stasi menjadi ketua kring. Dari tahun 1980-1985 Umat Stasi Pojok merayakan Natal dan Paskah di Gedung Serbaguna Sendangagung atau Sendangmulyo.Rm. F. Pranata Widjaja, SJ dengan melihat perkembangan umat di wilayah barat ini, mengupayakan agar di Kebonagung ada kapel supaya umat tidak terlalu jauh ke Gereja Klepu. Pemikiran pendirian Kapel ini ditanggapi oleh umat yang akhirnya mengetuk hati Bp. Yohanes Chrisostomus Welas yang pada tahun 1982 merelakan sebagian tanah pekarangan seluas 920 (setelah dilakukan pengukuran ulang oleh BPN seluas 838) dihibahkan kepada Paroki untuk didirikan Kapel. Gedung dibangun seluas 450 m2. Hibah tanah ini juga atas usaha pedekatan para tokoh-tokoh umat saat itu antara lain Bp. Stefanus Samiyo; Bp. FX. Gimin; Bp.FX. Sukarjo; Bp.Antonius Sunarjo; dan Bp. Th. Nangsir pada keluarga Bp. Welas. Setelah tanah tersebut resmi dihibahkan, maka segeralah dibentuk Panitia Pembangunan Kapel Pojok. Peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 1982. Umat minta bantuan ke KAS untuk penyelesaian administrasi balik nama dan diberi uang Rp. 2.000.000,00. Sisa dari dana digunakan untuk modal pembangunan. Pada tahun 1984 pembangunan dilanjutkan oleh Rm. Wakres, SJ (1984-1986). Akhirnya Gedung Kapel tersebut dapat diselesaikan dan diberkati oleh Mgr. J. Darmaatmadja SJ pada 30 September 1986 serta diresmikan oleh Bapak Samirin selaku Bupati Sleman kala itu. Gedung ini diberi nama Gereja Santo Yohanes Chrisostomus Pojok. Nama pelindung Kapel diambilkan dari nama Baptis Bp Welas yang telah menghibahkan tanahnya untuk didirikan gedung gereja. Tanggal 30 September inilah yang selanjutnya dipilih sebagai tanggal hari jadi Stasi Pojok. Terdapat 11 lingkungan yang masuk dalam reksa pelayanan pastoral di Stasi Pojok. Lingkungan-lingkungan tersebut yakni 20 Antonius Kwayuhan, 23 Agustinus Plombangan, 26 Albertus Diro, 27 Bonaventura Jomboran, 28 Stefanus Pojok, 29 Paulus Bandan, 30 Hilarius Badran, 44 Tarcisius Dukuhan (Pemekaran dari L. Jomboran), 47 MTB Pakelan (Pemekaran dari L. Kwayuhan), 48 Petrus Brajan (Pemekaran dari L. Diro), 49 Theresia Kliran Wetan (Pemekaran dari L. Pojok). Perkembangan umat terus terjadi hingga saat ini. Wilayah Sendangrejo-Sendangsari masuk menjadi lingkungan di Stasi Pojok. Saat ini terdapat 33 lingkungan dengan jumlah umat kurang lebih 3.039 umat. Selengkapnya di https://gerejapojok.my.id/ .
Kegiatan Terbaru
Belum ada kegiatan yang dipublikasikan.
Galeri Foto
Belum ada foto di galeri.
Jadwal Misa
Misa Mingguan
Bahasan Jawa
Misa Mingguan
Bahasa Indonesia
Misa Mingguan
Bahasa Indonesia
Misa Harian
Bahasa Indonesia
Misa Jumat Pertama
Bahasa Indonesia